Ngomongin Extensions Pada Gnome Shell

Gnome adalah salah satu DE (baca: Desktop Environment) Linux yang banyak diminati karena user friendly. Dikesempatan ini saya akan berbagi cerita pengalaman dan berbagi informasi sedikit tentang Extensions pada Gnome Shell.

Sejak awal menggunakan Gnome Shell, ingin sekali mencoba memasang extensions tapi tidak bisa, diiringi dengan munculnya pesan error “We cannot detect a running copy of GNOME on this system bla bla bla…” seperti itu. Saat itu saya baru aja move on dari peramban (web browser) Firefox ke Chromium dengan alasan efek-efek CSS3 ga keluar di Firefox, maklum sekarang saya belajar menjadi Front-End Developer :D.

Baru 2 hari kemarin sadar, ternyata yang dimaksud pesan error itu tidak lain adalah add-on pada perambannya. Sayapun membuka Web Store di Chromium, cari “Gnome Shell Integration”, tapi hasilnya nilih. Lalu coba buka Firefox, eh ternyata si kamvret Firefox yang diam-diam nyimpen add-on Gnome Shell Integration, bukan Chromium. Pantas ga bisa install extensions di Chromium, emang ga tersedia untuk Chromium, karena makhluknya ada di Firefox, hanya tersedia untuk peramban Firefox. Nih dia makhluknya.

gnome-shell-integration-plugin
Plugin: Gnome Shell Integratoin

Gnome Shell memang mempunyai ikatan erat dengan Firefox, doi ga mau selingkuh ke peramban yang lain. Bagus, setia :D. Sayapun menghilangkan rasa penasaran dengan segera membuka http://extensions.gnome.org. Seperti inilah perbedaan ketika Gnome Extensions dibuka pada Chromium dan Firefox.

Gnome Extensions di Chromium
Gnome Extensions di Chromium
Gnome Extensions di Firefox
Gnome Extensions di Firefox

Coba install satu-persatu extensions yang kiranya menarik dan bermanfaat. Metode install nya pun cukup unik dan beda banget. Tidak ada apt-get install, dpkg –install atau semacamnya, cukup dengan klik, extension pun terpasang di shell nya Gnome. Gnome Shell ini memang sangat anti-mainstream, pasang extensionnya terintegrasi langsung ke http://extensions.gnome.org menggunakan peramban Firefox. Ada-ada saja ide mereka (programmer) membuat yang seperti ini, pengaturan shell (di sistem operasi) yang dilakukan secara daring (baca: online).

Berikut adalah beberapa extensions yang dipasang pada mesin linux yang saya pakai.

1. Wikipedia Search Provider
Dari namanya sudah bisa ditebak. Ya, untuk mencari apa saja di Wikipedia dengan keyword yang diketik pada Input pencarian di Gnome Shell.

Extension: Wikipedia Search Provider
Extension: Wikipedia Search Provider

2. Refresh Wifi Connections
Extension ini adalah tombol yang berfungsi untuk me-refresh jaringan nirkabel yang tersedia, karena secara default Gnome Shell tidak menyediakan tombol refresh Wifi connections.

Extension: Refresh Wifi Connections
Extension: Refresh Wifi Connections

3. Coverflow alt-tab
Biar keliatan lebih keren saat berpindah dari aplikasi satu ke yang lainnya cobalah extension ini.

Extension: Coverflow Alt-Tab
Extension: Coverflow Alt-Tab

4. Dash-to-dock
Extension ini dapat berpindah keluar dari dashboard, user dapat mengubah posisi dan ukuran. Extension ini memudahkan user untuk membuka aplikasi.

Extension: Dash-to-dock
Extension: Dash-to-dock

5. Media Player Indicator
User bisa mengontrol media player dengan extension ini. Indicator ini akan muncul saat user memutar audio/video dengan Rhythmbox, Banshee, VLC dan yang lainnya.

Extension: Media Player Indicator
Extension: Media Player Indicator

6. Random Aye Quran
Extension ini akan menampilkan random ayat-ayat Al-Quran.

Extension: Random Aye of Quran
Extension: Random Aye of Quran

7. jam-Proxy Switcher
Extension ini memudahkan user untuk memodifikasi proxy yang digunakan oleh sistem.

Extension: jam-Proxy Switcher
Extension: jam-Proxy Switcher

8. Clipboard Indicator
Extension yang sangat membantu untuk user yang sering copy-paste teks. Dengan extension ini user tidak perlu bolak balik untuk copy-paste, cukup copy semua teks mana saja yang akan di paste, karena semua teks yang di copy akan masuk kedalam history clipboard.

Extension: Clipboard Indicator
Extension: Clipboard Indicator

9. Suspend Button
Tombol sakti yang dapat men-suspend sistem yang sedang berjalan. Jika malas shutdown kompinya karena banyak kerjaan diberbagai aplikasi, user cukup suspend saja.

Extension: Suspend Button
Extension: Suspend Button

Jika ingin disable atau enable extension nya apa harus online dan membuka https://extensions.gnome.org? TIDAK. Karena Gnome memiliki program berbasis desktop untuk me-manage shell, namanya Tweak Tool. Seperti ini penampakannya.

Tweak Tool
Tweak Tool

Buat pengguna Linux, DE ini (Gnome Shell) harus dicoba, because it’s different! Dan buat yang bukan pengguna linux, mungkin ini bisa menjadi pengetahuan baru, linux itu tidak semua tentang Terminal, “klik-klik-klik mouse” nya juga ada, dan linux itu menyenangkan. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s