Cepat? Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah

Seorang seniman tidak selalu harus cepat menyelesaikan karyanya. Mereka selalu berpikir kreatif dan inovatif. Setiap karya yang diciptakan ada unsur uniknya. Baik itu seni lukis, seni, musik dan seni-seni lainnya. Terkadang mereka butuh refreshing mengunjungi tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi dengan alasan “mencari ide dan inspirasi”.

Begitupun dengan seorang programmer (bukan saya). Menurut pandangan saya sendiri, programmer termasuk seniman. Mereka menciptakan berbagai (karya) aplikasi mulai dari yang bermanfaat, unik, aneh dan tidak penting(hanya penting untuk pembuatnya). Coba tengok runtunan kode-kode yang ditulis oleh programmer, bagi meraka itu suatu keindahan, apalagi keindahan itu bisa dinikmati oleh banyak orang yaitu hasil akhirnya berupa aplikasi jadi yang siap digunakan oleh End User. Bukan hanya itu, programmer pun belajar tentang IMK (Interaksi Manusia dengan Komputer), tentang perpaduan warna: kombinasi warna apa yang membuat nyaman user saat bernavigasi dengan aplikasi yang programmer buat dan tidak membuat mata cepat lelah, desain: tampilan seperti apa yang bisa membuat user nyaman dan bikin betah saat bernavigasi dengan aplikasi yang programmer buat. Seperti itu.

Ada saatnya seorang seniman merasa terburu-buru dengan proyek lukisan yang harus selesai dalam waktu singkat, walhasil karya yang kurang sempurna(baca: tidak sesuai dengan goal sebenarnya). Ada juga seniman yang bisa mengerjakannya dalam waktu yang singkat, terlebih se-singkat-singkatnya, dan hasilnya baik. Akan tetapi, saya sendiri kurang nyaman dengan yang namanya “terburu-buru”. Kadang selalu meleburkan fokus dan semangat. Itu hanya bagi yang belum terbiasa saja. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan “terburu-burunya” deadline, pasti tidaklah sulit.

Karena semua manusia diciptakan berbeda-beda, tidak semua sama. “Semuanya menjadi seniman”, “semuanya menjadi dokter”. Ya, semua manusia dimuka bumi sama dan serentak mereka menjadi seorang dokter. Tidak. Manusia diciptakan berbeda-beda. Ada yang menjadi wirausaha, ada yang menjadi seniman, menjadi programmer, menjadi desainer pakaian, menjadi walikota, presiden dan lain-lain. Ada yang bisa bekerja secara cepat tepat, ada juga yang bekerja lambat tapi tepat, dan lain sebagainya.

Jujur, saya lebih suka mereka yang kreatif, inovatif dan cepat tanggap. Tapi tidak menutup kemungkinan juga saya menyukai “santai”. Santai adalah salah satu bagian terpenting dalam berpikir anti-mainstream (baca: berbeda). Dengan santai, pergi mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, kadang itu bisa membuka pikiran menjadi unlimited, terkadang banyak ide yang bermunculan dikepala. Saking banyak ide, sampai harus menuliskannya kedalam catatan.

Kembali ke toplik, intinya, segala sesuatu yang ingin instan dan cepat tidaklah selalu menyelesaikan masalah. Selesaikan problem dengan santai dan tidak terburu-buru. Santai boleh, asal tidak larut dalam kesantaian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s