Smoking Gun

Secara tidak sadar, siapapun pasti mempercayai, bahwa besok akan datang kembali hari yang damai. Padahal tidak ada jaminan apapun. Dan baru menyadarinya saat kehilangan sesuatu yang penting.

 

Kata yang terlewatkan dari orang yang berharga, perasaan sebenarnya yang tidak tersampaikan. Waktu yang tiba-tiba terputus, membentang kegelapan selamanya dalam lubang hati yang terbuka. Walau demikian tetap mencari harapan yang meleburkan penyesalan itu entah dimana.

 

* * *

 

Jika meneteskan air ke hati seseorang, pasti muncul riak. Tak ada yang bisa menghentikannya.

 

Hubungan antar manusia dan tetes air yang jatuh ke air, mungkin memiliki satu perbedaan. Riak yang muncul dipermukaan suatu saat akan hilang. Tapi, riak yang muncul pada hubungan antar manusia tidak akan hilang selamanya.

 

* * *

 

Setiap orang memiliki keinginan terhadap seseorang yang berharga bagi mereka. Mereka ingin memahami orang tersebut. Mereka ingin orang tersebut juga memahami mereka. Namun, semakin ingin mereka saling memahami, semakin orang tersebut menjadi berbeda. Orang-orang akan menyadari bahwa mereka sendirian. Kurasa pada akhirnya, orang-orang tidak dapat saling memahami, tidak peduli betapa berharganya orang lain.

Setiap orang memiliki keinginan terhadap seseorang yang berharga bagi mereka. Mereka ingin memahami orang tersebut. Mereka ingin orang tersebut juga memahami mereka. Namun, tetap saja manusia itu sendirian. Tak mungkin ada saat-saat dimana kau akan benar-benar dipahami oleh orang lain. Namun demikian, jangan menyerah, dan keinginan untuk memahami dan dipahami oleh orang yang berharga tersebut, mungkin dapat membangun tempat untukmu “berlabuh”. Dan kemudian, orang-orang yang mendapatkan labuhan tersebut, akan menjadi lebih kuat.

 

* * *

 

Sekali tersakiti, orang jadi penakut. Karena takut tersakiti lagi, orang jadi tidak bisa membuat langkah baru. Namun, saat diri mengetahui tugasnya, mungkin ia dapat melewati kelemahan itu. Demi seseorang yang berharga, terciptalah sebuah tugas. Rasa kewajiban itulah yang jadi keberanian membuat langkah baru.

 

* * *

 

Kancing yang salah terpasang suatu saat bisa kembali seperti semula. Selama lubang pasangannya masih terjangkau tangan. Tapi saat kancing itu masih salah terpasang dan kehilangan lubang pasangannya, pasti tidak akan kembali seperti semula. Walau begitu tiba-tiba muncul. Datang saat memahami perasaan pasangan yang telah hilang. Saat aku ingin mempercayainya.

 

* * *

 

Pada dasarnya, ingatan adalah sesuatu yang akan terlupakan. Secara perlahan, ingatan berkurang. Walau berusaha mengingat, ada bagian yang terlihat buram. Suatu saat, tiba-tiba tersadar telah melupakan sesuatu. Walau hal yang paling tidak ingin dilupakan, pasti akan datang saat seperti itu.

Bagaimana dengan kebencian? Apakah seperti ingatan? Yang dapat menghilang suatu saat?

 

Manusia itu makhluk kuat. Suatu saat dapat melewatinya. Bahkan kebencianpun, memiliki kekuatan seperti itu. Namun, saat dapat melewati kebencian, mungkin saat itu juga perlahan melupakan seseorang yang berharga.

 

* * *

 

Jung berkata, “Manusia buta mengenai dirinya sendiri adalah hal yang wajar”. Dengan kata lain, orang paling tidak mengerti dirinya sendiri.
Jung berkata, “Manusia buta mengenai dirinya sendiri adalah hal yang wajar.” Kalimat itu ada lanjutannya, “Untuk mengetahui dirinya, butuh bantuan orang lain.” Mungkin oleh teman, keluarga atau (pasangan). Terkadang pertemuan itu melahirkan tragedi. Walau begitu, semua pertemuan memiliki makna. Manusia akan terus menerus berubah.

 

Pertemuan antara manusia, bagaikan reaksi kimia yang timbul akibat campuran dari berbagai material. Pertemuan seperti apapun akan melahirkn sesuatu. Lalu, perlahan akan mengubah dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s